Sebenarnya ada apa dengan vespa? hingga banyak masyarakat menyukainya. Apakah karena ada persaudaraannya yang terjalin erat? Atau hanya sebuah gaya hidup saja?
Tadi sore warna langit terlihat memerah. Gumpalan awan beriringan bersiap mengubah dimensi waktu. Sayup terdengar alunan musik, mendendangkan lagu dari band ternama ibukota. Liriknya mudah dicerna, menggambarkan indahnya skuter tua yang terlihat seksi. Dialah vespa.
Vespa sang legenda skuter dunia, digagas oleh pria berkebangsaan Italia bernama Enrico Piaggio. Pada tahun 1946, Piaggio mengajak rekannya, Corradino d’Ascanio, seorang perancang pesawat tempur amfibi dari kota Milan, untuk menciptakan kendaraan roda dua berbahan plat baja. Maka terciptalah prototype vespa yang unik: menyerupai seekor tawon. Inilah kekhasan model yang terus dipertahankan sampai sekarang.
Vespa identik dengan mesin samping lengkap dengan tutupnya, yang dikenal dengan tepong, dan memiliki roda kecil dengan diameter 8 inci. Dek bagian depan berfungsi untuk melindungi pengendaranya dari lumpur, debu serta cipratan air. Sehingga pengendara menjadi lebih nyaman. Banyak jenis varian vespa yang dibuat pada masanya. Vespa super contohnya, vespa yang dirakit pada tahun 1970 ini, selalu menjadi teman setia saya.
Ada juga Kiki, laki-laki paruh baya berumur 42 tahun, berkulit gelap berperawakan tidak terlalu tinggi, dia sangat bangga bisa mengendarai vespa tua dari sejak SMA, hingga mengantarkan dia menjadi sarjana. Lain Kiki lain pula dengan Pa Pakih, lansia berusia 68 tahun, beliau mengendari kendaraan favoritnya ini sejak tahun 1975. Sebuah vespa super berwarna kuning, beliau beli dari dealer Suraco di jalan Braga Bandung, dengan harga 480 ribu rupiah, harga yang cukup mahal pada jamanya. Vespa kesayangan itu Selalu memberikan kenyamanan saat dikendarinya. Memang luar biasa kendaraan rakyat yang satu ini, dapat menghipnotis penggunanya.
Seiring dengan pesatnya perkembangan dunia otomotif. banyak sekali bermunculan jenis sepeda motor baru, namun vespa tua masih banyak dicari. Apalagi dengan banyaknya bermunculan komunitas, yang mewadahi pecinta motor antik satu ini. Sebenarnya ada apa dengan vespa? hingga banyak masyarakat menyukainya. Apakah karena ada persaudaraannya yang terjalin erat? Atau hanya sebuah gaya hidup saja?
Dengan makin menjamurnya komunitas vespa tua. Setiap satu tahun sekali pada bulan Mei, selalu diadakan acara riding bareng sebagai bentuk ajang berkumpul sesama penggemar motor tua tersebut. Acara ini dinamakan dengan Moods Maydays. Aktivitas yang mempunyai visi membangun solidaritas alias kebersamaan dalam suatu persaudaraan. Ada yang lebih menarik menurut penuturan pecinta vespa yang ikut touring ke Bali, dalam helatan acara Vespa World Day 2002.
Hampir dari 15 Negara berkumpul di Pulau Dewata, tepatnya di Nusa Dua. Tercatat beberapa Negara dari belahan dunia, menghadiri acara tersebut. Diantaranya Amerika, Australia, Austria, Jerman, Italia, Jepang, Malaysia, Filipina, Inggris, Spanyol, Yordania, Vietnam, Prancis, Finlandia, Macedonia, dan Meksiko.
Sekitar tiga hari Pulau Dewata menjadi lautan Vespa. Berbagai komunitas hadir disana, mempertontonkan motor kesayangannya. Sebagai ajang eksistensi bagi pemiliknya. Acara ini mungkin hanya bisa terjadi satu kali dan tidak terulang lagi, karena setiap tahun gelaran ini harus berpindah dari satu negara ke negara lainya. Puluhan ribu vespa membaur menjadi satu, dalam balutan tali persaudaran antar negara. Banyak ragam vespa menghiasi, dari mulai yang klasik sampai modifikasi. Menyatu menjadi satu dalam kebersamaan. Setidaknya dengan adanya acara ini dapat meningkatkan geliat pariwisata yang hampir mati setelah pandemi.



