Treatment 2000 Rupiah

 

Amal ini mungkin sedikit diperhitungkan atau jarang diingat untuk dilakukan, biar kecil, boleh jadi nanti menjadi penambal bagi compang campingnya kita disisi yang lain, bukankah kebersihan sebagian dari iman?

Laporan atau lebih tepatnya keluhan seorang teman memantik ide tentang kenapa harus beda, dibedakan, membedakan?

Keluhan tentang kebersihan toilet yang berbeda membuat isi kepala disliweri imagi, betapa nyamannya toilet dibuat untuk para mahluk yang memiliki kedudukan atau didudukan lebih sedikit dari yang lain nun jauh disana, fasilitas berupa wadah pembuangan posisi duduk yang walau nyaman tapi infonya kurang sehat bagi pencernaan, sabun wangi, tissue selalu tersedia, cermin penjaga kegantengan dan kecantikan, pengharum ruangan rasa kopi atau vanili, dekorasi bunga, dll.

Berbeda dengan misalnya fasilitas sama yang ditawarkan oleh depot BBM yang kemarin naik dan sempat disorot karena harusnya gratis tapi berbayar, walaupun ada yang nyaman dan bersih dengan fitur standar, kebanyakan toilet di area ini kurang terawat sehingga kita bisa mendeteksi keberadaannya dengan mata tertutup karena aroma yang menguar dapat menunjukkan lokasi lebih tepat daripada GPS atau maps.

Beberapa dari pembaca mungkin pernah mengalami atau setidaknya melihat orang yang melakukan kegiatan hajat hidup alamiahnya dilokasi seperti pinggir kali, tegalan sawah atau menggali disekitaran tenda ketika camping, bagi sebagian mereka yang berjiwa bebas mungkin tidak masalah, apa ceritanya bagi yang lain yang tak biasa? Mungkin lebih baik menahan daripada melakukan.

Kegiatan sama, yang melakukan berbeda, kenapa harus dibedakan? Atau ada mereka yang ingin membedakan dirinya? Selain atas nama kenyamanan, rasa malu atau harga dirinya terlalu mahal, orang-orang melakukan berbagai macam cara untuk membuat kegiatan ini senyaman mungkin dan tidak diketahui oleh orang lain, ada yang memutar keran maksimal agar terdengar suara air, diputarkan musik, lokasi disimpan jauh dari keramaian. Bahkan pada kasus tertentu, ada yang rela menahtakan emas diwadah pembuangannya untuk menunjukkan level kekuasaan dan kekayaan. Kenapa manusia merasa harus dibedakan dalam hal ini kalau yang dihasilkan sama?

Bila seorang sedang dilanda badai disebagian wilayah pencernaanya hingga menyebabkan berulangnya pengeluaran dalam waktu singkat, sehebat apapun fasilitasnya, bila sedang terjebak dalam situasi ‘out of nowhere’, jauh dari segala fasilitas bintang tujuh, apa yang hendak dilakukan? Memilih menahan tak tertahankan? Memanggil bala bantuan? Atau tanya teman? Mungkin kejadian ini hanya impian di alam mimpi 1001 malam, namun apapun bisa terjadi.

Manusia diciptakan penciptanya berbeda beda untuk saling mengenal satu sama lainnya, dengan ini diharapkan manusia dapat semakin mengenal kebesaran Sang Pencipta, dengan itu pula manusia yang betul menggunakan akalnya mau berendah hati untuk saling bekerja sama, karena apapun kedudukannya didunia tidak berpengaruh pada kedudukannya didepan Sang Maha melainkan dari apa yang diamalkannya. Bilakah para mereka yang harus beda, ingin dibedakan, atau membedakan diri diurusan buang membuang hajat, apalah lebih dirinya dibanding yang lain?

Fasilitas secanggih dan semewah apapun, tidak akan memberikan perbedaan signifikan dikehidupan yang akan datang kecuali dengan selalu menjaga kebersihan, lalu berdo’a sebelum dan sesudah masuk ruangan.

Treatment sederhana seperti menyiram sampai bersih sesuai anjuran coretan didinding diatas tulisan Rp 2000 setidaknya dapat membuat nyaman mereka yang antri tak kuat menanti giliran ketika masuk ke kubah perjuangan, amal ini mungkin sedikit diperhitungkan atau jarang diingat untuk dilakukan, biar kecil, boleh jadi nanti menjadi penambal bagi compang campingnya kita disisi yang lain, bukankah kebersihan sebagian dari iman? Wallahu’alam.

 
T. ZULKARNAIN M | PENULIS LEPAS
 
image: Theopile Bartz
Picture of Redaksi

Redaksi