Sejak kapan Naripanweg No. 1 dijadikan sebagai tempat untuk Societeit Ons Genoegen (SOG)? Untuk menjawabnya, kita dapat beralih dulu ke pembentukan SOG. Dalam tulisan “Societeiten in Indie” (Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indie, 29 Januari 1935) SOG didirikan pada 1915, dan semula bermarkas di Bragaweg, di tempat berdirinya Maison Bogerijen, dengan anggota mencapai 500 orang.
Namun, keterangan lebih jelas ihwal pembentukan SOG bisa diikuti dari laporan peringatan lima tahun klub tersebut, “Ons Genoegen-Jubileum” (De Preanger-bode, 30 Juli 1922). Di situ ada penjelasan dari ketua SOG, C.J. Nauta, mengenai sejarah awal dan perkembangan organisasinya.
Pada awal laporan disebutkan klub itu tidak hanya merayakan hari ulang tahunnya yang kelima, melainkan juga perayaan atas pembelian tanah tempat berdirinya klub. Menurut Nauta, asal-usul SOG berasal dari rencana Bond van Oud-onderofficieren Bandoeng en Omstreken (Bond van O.O.O.) yang ingin memiliki bangunan sendiri. Pembukaan resmi SOG terjadi pada 23 Juni 1917, malam hari. Mereka menyewa rumah dengan meja biliar dan lantai dansa di Bragaweg. Rumah tersebut milik Nyonya Linn dan disewa selama tiga tahun.
Berkat popularitasnya, SOG cepat menarik lebih banyak anggota, dengan kegiatannya seperti malam dansa dan konser dari kelompok musik La Volpe Trio. Namun, masalah keuangan menjadi tantangan besar, sehingga beberapa kegiatan dihentikan dan grup musik diganti orkestra dari Batalion ke-15. Demikian pula konser-konser yang direncanakan pada 1 November 1917 dibatalkan karena kurang peminat. Lalu diputuskanlah merenovasi bangunan, dan Dubois yang akan mengerjakannya. Sebelum akhir 1917, presiden SOG pertama, Bolier, mengundurkan diri dan digantikan wakilnya, Hendriks.

Selanjutnya, Nauta menyebutkan sejak Oktober 1917, SOG mulai mengalami masalah keuangan, sehingga memaksa mencari pinjaman. Kastelein Van der Horst mengusulkan pendirian klub tenis, yang disambut antusias oleh anggota, tetapi permainan kartu tidak diperbolehkan. Dari sisi kepimpinan, Hendriks digantikan Schmits pada pertengahan Desember 1917. Bond van O.O.O. yang menjadi komisaris klub menyarankan agar mengajukan badan hukum. Selain itu, enam bulan setelah dibuka jumlah anggota klub begitu besar, sehingga suara yang meminta agar SOG berpisah dengan Bond van OOO kian menguat. Keputusannya diambil pada awal 1918.
Dari penuturan Nauta, kita tahu SOG adalah societeit kedua di Bandung (“Bandoeng’s tweede soos”), setelah Societeit Concordia. Pada 17 Februari 1918, Nauta yang turut mendirikan klub terpilih menjadi sekretaris, sementara Braun menjadi presidennya. Bahkan Nauta sempat menjadi presiden sementara sebelum 29 September 1918. Dan akhirnya status badan hukum dapat diraih. Anehnya, konon, Bond van OOO sebagai pendiri SOG selalu dianggap sebagai tamu, sementara Braun yang hanya sebentar menjadi presiden klub diangkat sebagai anggota kehormatan.
Karena sewa gedung lama, yang dijadikan teater kedaluwarsa pada 1 Juli 1921, sehingga dalam sejumlah rapat pengurus menggaungkan perlu tidaknya pindah. Dalam hal ini, Bothma-lah yang mengajukan gagasan untuk pindah ke lahan sekarang. Pada rapat para anggota tanggal 26 Oktober 1919, dewan pengurus diberi wewenang untuk menyewa lahan di Naripanweg dengan ketentuan harus membelinya dalam waktu empat tahun. Kesepakatan ini dicapai dengan pemilik lahannya, J.E.M. Keunen. Akibat lahan di Bragaweg dijual, terpaksa SOG melepaskan sewanya dan pada akhir Desember 1919, dan SOG pindah ke Naripanweg.
Kampung sebagai tempat berdirinya gedung teater menghilang. Sementara dengan pinjaman uang sebanyak f. 25.000 renovasi bangunan oleh Elenbass mulai dilaksanakan. Sebelum perayaan HUT Putri Juliana, 30 April 1920, ada pertemuan dan usulan untuk mengganti nama klub, tetapi usulan tersebut ditolak.
Dari sumber-sumber lebih tua, kita tahu Bond van OOO sudah lebih dulu menggunakan kata Ons Genoegen. Namanya Onderofficiers Tooneelvereeniging Ons Genoegen. Grup ini mulai pentas perdana di Militaire Societeit, Cikudapateuh, pada 6 September 1913 (De Preanger-bode, 5 September 1913). Pertalian antara SOG dengan para pembantu letnan memang erat. Di antaranya seperti ditunjukkan permohonan Bond van OOO kepada Gemeente Bandung untuk menjual minuman keras di SOG (De Preanger-bode, 6 Juni 1917) dan rapat akbar yang mempertemukan perhimpunan-perhimpunan mantan pembantu letnan di seantero Jawa di SOG pada Mei 1918 (De Indier, 25 Mei 1918).
Ruang Teater dan Aula Dansa Baru
Kembali ke asal-usul Naripanweg No. 1 dijadikan sebagai tempat untuk SOG. Pemilik lama gedung Naripanweg No. 1, J.M. Keunen baru melakukan pelelangan barang-barang miliknya pada 5 December 1919 melalui kantor lelang (vendukantoor) Wijs (De Preanger-bode, 3 Desember 1919). Sekitar tiga minggu kemudian, De Preanger-bode (22 Desember 1919) menyebutkan kepindahan SOG “naar het perceel aan het begin van den Naripanweg” atau ke persil ke awal Naripanweg (maksudnya ke Naripanweg No. 1) ditunda selama seminggu karena berbagai hal, sehingga kepindahannya dilakukan pada Senin minggu depan. Dewan pengurus SOG tengah membersihkan gedung lama, dengan maksud untuk mengadakan pesta malam pada Minggu malam, selama kinderbal, yang diiringi musik batalyon.
Pada minggu kedua Januari 1920 tersiar kabar tender pembangunan aula teater dan aula dansa untuk SOG di Naripanweg dimenangkan kontraktor Elenbaas sebesar sekitar f. 18.000. Ruang teaternya paling cepat akan selesai pada pertengahan April 1920 (De Preanger-bode, 10 Januari 1920).
Kemudian terbentuk pula perusahaan baru De Namlooze Vennootschaap tot Exploitatie der Societait Ons Genoegen, di bawah tanggung jawab kepada pihak pemerintah Kota Bandung, untuk membeli persil tanah yang dibeli oleh SOG di Naripanweg. Di lahan itu akan dibangun kompleks baru yang akan selesai sekitar 1 April 1920. Ada pula gedung-gedung lain pada program tersebut, termasuk perluasan ruang biliar. Perusahaan itu telah menerbitkan obligasi seharga f. 20.000 untuk menutupi biaya pembangunan (De Preanger-bode, 20 dan 26 Januari 1920).
Awal April 1920, pekerjaan untuk membangun ruang teater SOG di Naripanweg terus dilakukan agar sudah tersedia sebelum pembukaan Jaarbeurs. Sudah dapat dipastikan aula itu dapat digunakan pada hari Sabtu, 15 Mei 1920, dan dewan pengurus SOG memutuskan untuk menyelenggarakan gecostumeerd bal pada hari tersebut (De Preanger-bode, 1 April 1920).
Pada 25 April 1920, dewan pengurus SOG akan mengadakan rapat tahunan (De Preanger-bode, 10 April 1920) dan ada rencana untuk mengubah nama SOG dengan menyelenggarakan lomba memilih nama serta akan memilih dua nama yang dianggap terbaik (De Preanger-bode, 16 April 1920).
Dalam rapat tahunan itu, notula rapat umum sebelumnya dibacakan dan pertanggungjawaban keungan oleh bendahara diterima. Setelah diskusi, usulan perubahan nama ditolak dan dilakukan pemilihan pengurus baru. C.J. Nauta secara aklamasi terpilih kembali menjadi presiden SOG. Van Aken, Schlahmilch dan Versteeg juga terpilih lagi setelah dilakukan pemungutan suara. Pengurus yang baru terpilih, yaitu Van der Giessen, Fousset dan Micha. Posisi sekretaris dan bendahara akan dipilih nanti. Kemudian banyak yang menjanjikan hadiah bagi bal costume pada 15 Mei 1920 dan kompetisi biliar akan segera diselenggarakan (De Preanger-bode, 26 April 1920).
Dalam De Preanger-bode edisi 5 Mei 1920 tersiar kabar Hawaiian Band akan bermain di Jaarbeurs, Hotel Preanger, Kuyl en Versteeg, dan Ons Genoegen. Drawing lotere untuk SOG akan dilakukan pada 16 Mei 1920. Selain itu, diwartakan pesta pembukaan aula teater yang baru (“Feestelijke opening van de nieuwe tooneelzaal”) SOG akan dilakukan pada Sabtu, 15 Mei 1920 dan akan diselenggarakan Groot Bal mi Marqué et costume dengan iringan musik militer.
Pembukaan aula teater yang baru SOG dilaporkan dalam De Preanger-bode edisi 17 Mei 1920. Saat itu, W.N. Elenbaas yang dibantu Van Lith berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Ukuran aula itu hampir satu setengah besarnya aula lama, semuanya dibangun menggunakan batu dan dilengkapi perabotan bergaya modern. Cara penataan panggungnya sangat menyenangkan bagi komikus Bandung, Frensel. Van Gemest tidak dapat menyelesaikan dekorasinya tepat waktu, tetapi interior aulanya tetap bagus dan akan digunakan pertama kali pada Rabu malam (19 Mei 1920).
Lebih jauh dilaporkan, pada pembukaan itu, aulanya dihias indah dengan tanaman hijau dan dihadiri pengunjung yang sangat banyak. Para penggemar pesta terus bertahan hingga larut malam dan suasananya tetap sangat meriah. Beberapa milisi dan orang lainnya membuat kebisingan, tetapi panitia pesta dapat mengusir mereka. Namun, jumlah orang berkostum tidak terlalu banyak dan pakaiannya dibuat dengan sangat hati-hati sehingga juri sulit menentukan mana yang paling baik. Sebagai presiden SOG, Nauta disanjung karena keberhasilan tersebut dan dihadiahi jam tangan emas dari para anggota SOG melalui ketua panitia acara, Braun. Nauta juga dihadiahi mars Ons Genoegen gubahan pianis SOG, A. Alting Siberg dan diaransemen oleh pemimpin band musik batalyon, Velleman.
Editor: Hafidz Azhar



