Toko Buku Raka, toko buku yang sudah berdiri sejak 2010 di Pasar Buku Palasari. Toko ini dikelola Dindin Sadeli (37) bersama sang istri, Rorita (29).
Terletak di jajaran belakang Pasar Buku Palasari, Kota Bandung, toko buku ini tidak berukuran besar, namun penuh dengan tumpukan buku bekas. Menurut Dindin, buku-buku yang dijual adalah buku yang diperoleh dari pemilik sebelumnya yang sudah tiada. Keluarganya tidak tertarik dengan buku, sehingga buku itu diberikan kepada Dindin untuk dijual.
“Buku-buku di sini biasanya dapat dari pemilik buku-buku yang sudah tiada, terus anaknya kurang suka buku, jadi kami jual lagi di sini” ucap Dindin sambil menunjuk beberapa koleksi buku yang ada.
Sebagian besar buku-buku itu merupakan koleksi lama yang sudah tidak dicetak lagi. Di sana tersedia berbagai genre buku, mulai dari filsafat, sejarah, sastra klasik lokal maupun sastra asing. Saking langkanya, pernah ada buku dijual dengan harga 2 juta rupiah.
Bagi Dindin dan Rorita buku bekas memiliki maknanya tersendiri. Buku itu mengandung sejarahnya sebelum sampai di tangan mereka. Ada yang merawatnya dengan sungguh-sungguh sampai menjadi koleksi dan pantang dijual. Tetapi karena berbagai hal, ada juga yang sudah dirawat dengan apik, sang pemilik terpaksa menjual buku tersebut. Itulah yang dirasakan Dindin dan Rorita. Melalui Toko Buku Raka, buku yang sudah berpindah tangan dari pemilik sebelumnya akan dirawat oleh pemilik barunya.
Di dalam toko kecil ini, suasananya terasa sejuk. Apalagi Dindin dan Rorita terkesan sangat ramah. Mereka menerima tamu dengan sangat baik, tidak peduli membeli atau hanya sekadar duduk dan melihat-lihat. “Toko kalau ngejar duniawi doang buat apa, Teh? Tetap harus ada pahala yang dicari.” ujar Dindin.
Dindin mengaku Toko Buku Raka memiliki beberapa pelanggan tetap. Yang paling muda berusia 14 tahun. Pelanggan belia itu senang duduk di Toko Buku Raka sedari buka hingga tutup. Sebagai pemilik toko Dindin dan Rorita terkadang menawarkan makanan ringan atau air putih, sehingga pembeli merasa betah berlama-lama di toko itu.
Toko Buku Raka hanyalah satu dari sekian toko buku yang masih bertahan di Pasar buku Palasari. Toko buku ini sudah tidak seramai dahulu saat banyak orang berlalu lalang untuk mencari buku. Kini banyak toko buku yang sudah tutup. Beberapa toko yang masih bertahan pun terancam gulung tikar.
Dindin mengungkapkan saingan terbesarnya saat ini yaitu toko buku online. Buku-buku yang dijual secara online dinilai lebih praktis dan cenderung lebih murah. Padahal, menurut Dindin, pembelian buku melalui online belum tentu menjamin kualitas buku tersebut bagus. Beberapa kasus menyuguhkan buku-buku yang didapat secara online ternyata palsu atau dalam kondisi buruk. Sedangkan di Toko buku Raka para pembeli bisa melihat secara langsung kualitas buku sebelum dibeli.
Dengan kondisi Pasar Buku Palasari yang kian minim pengunjung tidak membuat Dindin patah semangat. Setiap hari Dindin membuka tokonya dan menyambut seseorang yang tengah melewati Toko Buku Raka. Meski tidak sebanyak dulu, Dindin tetap mensyukuri bila ada satu atau dua orang membeli buku ke tokonya. Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah memerhatikan Pasar Buku Palasari yang tidak seramai dulu.
Editor: Hafidz Azhar



