Agenda Societeit Ons Genoegen Tahun 1920

Pementasan tunil “De Matroos” di Societeit Ons Genoegen. Sumber: TM-FV-3300-895 (collectie.wereldmuseum.nl)

Setelah aula teater baru digunakan pertama kali pada Rabu, 19 Mei 1920, Gedung Societeit Ons Genoegen di Naripanweg No. 1 digunakan untuk berbagai keperluan. Sepanjang 1920, saya mencatat gedung itu digunakan sebagai tempat untuk menyelenggarakan pementasan berbagai kesenian dan hiburan, pertandingan olahraga, dan pertemuan komunitas atau organisasi.

Selama Mei 1920, pernah direncanakan dan diselenggarakan pementasan kabaret Poldi Reiff pada 31 Mei 1920 dan Hawaiian Band (De Preanger-bode, 20 Mei 1920), Japonsch feest pada 5 Juni 1920. Ketika itu seluruh peserta diharapkan mengenakan pakaian tradisional Jepang dan pertunjukan Tonics, grup musik dan komedi asal Amerika (De Preanger-bode, 25 Mei 1920), lalu Marlquita de Mairan yang akan tampil didampingi pianis Hettie Luyt yang telah pulih dari sakit (De Preanger-bode, 26 Mei 1920).

Untuk olahraga, pengurus Ons Genoegen membuka secara resmi ruang biliar pada 3 Juni 1920. Untuk mengisi acara pembukaan itu, Rohr (juara kelas satu) dan Van de Lubbe (juara kelas dua) akan bertanding (De Preanger-bode, 1 Juni 1920).

Acara pembukaannya dilaporkan De Preanger-bode edisi 4 Juni 1920 bahwa kemarin malam ruang biliar yang sepenuhnya direnovasi dan diperbesar telah digunakan dan dihadiri banyak orang, termasuk anggota Biljart-vereeniging Bandoeng. Jam 19.30, presiden Bandoengsche Biljartclub (BBC) angkat bicara untuk memberi pengantar dan mengumumkan kejuaran biliar yang akan segera berlangsung, serta hadiahnya disediakan Firma De Vries & Co. Ia juga menganugerahi hadiah bagi Van der Lubbe dan De Bas yang menjuarai kompetisi kelas kedua yang diselenggarakan pada perayaan Paskah.

Acara berikutnya, pertandingan kehormatan yang mempertemukan Rohr dan Van der Lube, dengan skor 250 poin. Rohr menang dengan 211 poin. Keduanya dianugerahi sekotak cerutu hadiah dari Firma Justman. Di meja lain, De Bas dan Tuin juga bermain dan dimenangkan De Bas. Permainan biliar terus dimainkan di sana hingga pukul tiga pagi.

Laporan pembukaan resmi ruang biliar Ons Genoegen pada 3 Juni 1920. Sumber: De Preanger-bode, 4 Juni 1920.

Pada 24 Juli 1920 dalam De Preanger-bode dikabarkan kompetisi biliar akan segera digelar di gedung Ons Genoegen. Panitianya Blok, Van der Lubbe, dan Verbeek. Kelas pertama akan memainkan 250 poin dan kelas kedua 150 poin per permainan. Hadiahnya berupa piala perak dari Warenhuis De Vries & Co, medali emas dari Firma Kuyl en Versteeg, medali-medali dari Schlahmilch, der Lubbe, Zuyderveldt dan Maison Bogerijen.

Hingga 30 Juli 1920, kompetisinya masih direncanakan. Dalam De Preanger-bode disebutkan atas inisiatif pengurus Ons Genoegen akan segera terselenggara kejuaran biliar di Bandung. Kompetisi itu terbuka untuk anggota Societeit Ons Genoegen dan Societeit Concordia dan dibagi dua kelas. Kompetisinya direncanakan akan berlangsung bulan Agustus 1920.

Dalam De Preanger-bode edisi 18 Agustus 1920, kita tahu kompetisi itu diundur hingga Senin, 6 September 1920 dan aturan permainannya akan menginduk pada Javaschen Biljartbond. Pada 22 Agustus 1920, Bandoengsche Biljartclub menyelenggarakan rapat dengan tujuan untuk reorganisasi. Nauta jadi presidennya, Buitenhuis jadi sekretaris merangkap bendahara, Mol sebagai komisaris, dan Verbeek penasihat teknis. Mereka akan mengadakan latihan setiap hari Kamis bagi para pemula dengan pelatihnya Rohr dan setiap Jum’at akan diberikan kesempatan untuk mengasah kecakapan para pemula. Klubnya akan tetap menginduk kepada Javaschen Biljartbond (De Preanger-bode, 24 Agustus 1920).

Berkumpulnya Organisasi dan Komunitas

Sebagai tempat pertemuan komunitas atau organisasi, pada 1920, di Ons Genoegen pernah diselenggarakan rencana dan pembentukan Staatsspoorbond afdeling Bandung pada 23 Juni 1920 (De Preanger-bode, 19 Juni 1920).

Pelaksanaan pembentukannya dilaporkan dalam De Preanger-bode edisi 24 Juni 1920. Di situ antara lain disebutkan bahwa kemarin, 23 Juni 1920, dari jam 18.30 hingga 22.00 berlangsung pendirian cabang Bandung dari Staatsspoorbond, bagi pegawai Staatspoor yang tidak bergelar akademik. Peserta yang hadir sebanyak 250 orang dan setengahnya mendaftar sebagai anggota. Susunan pengurus yang terpilih ada A. Hegt sebagai ketua, R.M. Poerbo Soedibio sebagai wakil ketua, Friech sekretaris, Weynen Riems bendahara, dan Willems sebagai anggota pengurus.

Dalam pidatonya, A. Hegt menegaskan pentingnya organisasi tersebut untuk memperjuangkan hak pekerja kereta api tanpa terpecah belah oleh kepentingan pihak lain. Kemudian, ada perdebatan mengenai apakah perhimpunan itu seharusnya bergabung dengan kelompok pegawai negeri yang lebih luas atau tetap fokus pada pegawai kereta api.

Selain pembentukan Staatsspoorbond cabang Bandung, di gedung Ons Genoegen juga ada pembentukan Technische Bond cabang Bandung pada 1 Agustus 1920. Organisasi ini bagi pekerja Eropa di bidang teknik dan konstruksi. Acara tersebut akan dihadiri oleh perwakilan dari pengurus pusat di Surabaya dan Weltevreden (Batavia) (De Preanger-bode, 29 Juli 1920).

Pada gilirannya, pertemuannya dilakukan pada pukul 10.00, Ketua Technische Bond dari Surabaya, Holtkamp, menekankan pentingnya solidaritas dalam meningkatkan kondisi ekonomi, hak, dan posisi pekerja teknik, karena kekuatan kolektif dinilai lebih efektif dibanding individu. Sementara para pengurus cabang Bandung yang terpilih adalah C. Hesselink (ketua), R. A. van der Capellen (sekretaris), G. Droop (bendahara), Launy dan Verbeek sebagai komisarisnya dan total anggota dari Bandung tercatat sebanyak 22 orang (De Preanger-bode, 3 Agustus 1920).

Organisasi lain yang kerap menjadikan Ons Genoegen sebagai tempat pertemuan adalah Bond van Oudonderofficieren Bandoeng en Omstreken. Organisasi para pensiunan tentara ini pernah mengadakan aksi pensiun (Pensioen Actie) pada 25 Juli 1920 untuk kenaikan uang pensiunan. Semua purnawirawan militer di bawah pangkat perwira diundang untuk menghadiri rapat ini (De Preanger-bode, 23 Juli 1920).

Aksi tersebut diulangi pada 1 Agustus 1920. Pada hari Minggu pagi itu, ratusan pensiunan tentara mengenakan tanda kehormatan sebagai bukti pengabdiannya kepada negeri ini. Mereka menuntut peningkatan jumlah uang pensiun yang dinilai terlalu kecil berdasarkan peraturan yang usang. Di antara yang hadir ada anggota Volksraad Suys, Kapten Treu sebagai perwakilan komandan militer, serta para mantan tentara seperti Götz dan Korsten dari Batavia. Dalam pertemuan ini, Korsten menyoroti ketidakadilan dalam kebijakan pensiun yang baru, yang hanya berlaku bagi mereka yang pensiun setelah 1 Januari 1920, sementara para pensiunan lama tetap menerima jumlah yang tidak mencukupi (De Preanger-bode, 16 Agustus 1920).

Ada pula Indo-Europeesch Verbond (IEV) cabang Bandung yang pada 1920 beberapa kali menggunakan Ons Genoegen sebagai tempat pertemuan mereka. Di antaranya pertemuan umum 9 Oktober 1920 dan para anggotanya diberikan kesempatan untuk menghadiri pementasan Dolle Hans di malam hari setelah pertemuan (De Preanger-bode, 6, 11-12 Oktober 1920).

Kemudian pada 18 Desember 1920, dengan agenda utama memberikan penghormatan kepada Residen De Steurs. Pertemuan yang dipimpin ketuanya Chatelin itu dihadiri sekitar 60 anggota, termasuk beberapa perempuan, dan membahas perkembangan organisasi serta kemungkinan kerja sama dengan organisasi lain seperti dengan PEB (De Preanger-bode, 16 dan 20 Desember 1920).

Taman Bacaan dan Keterlibatan Bumiputra

Untuk perkembangan literasi di Bandung, Ons Genoegen jadi salah satu buktinya. Itulah Vereeniging Openbare Leeszaal en Bibliotheek, perhimpunan taman bacaan untuk di Societeit Concordia, Societeit Ons Genoegen, Societeit Merdika dan Societeit Mardi Hardjo. Perhimpunan itu menyelenggarakan pertemuan umum pada 22 November 1920 (De Preanger-bode, 16 November 1920) dan 29 November 1920 (De Preanger-bode, 28 November 1920).

Di situ juga disebutkan calon-calon para pengurusnya antara lain K.A.R. Bosscha, dr. E. Bessem, H.A Borggreve, J. F. ten Brink. ds. W.H.F. van Dijk, mevr. W S. de Fremery Brunet de Rochebrune, W.P. Marinissen, G.F. Meyer, M. Mendel. E.J Schröfer. R. M. Soemitro, F.J.H. Soesman, F.W. Stapel, jhr. L. W. van Suchtelen, Bupati Bandung, Wadana Bandung dan Hoofddjaksa Bandung, termasuk Bandoengsche Kunstkring, IEV, dan Ons Aller Belang yang mengajukan calon C.P. Schoemaker, Chatelin dan Van Gelder.

Bagi perkembangan Ons Genoegen, selama 1920 terjadi beberapa peristiwa penting. Di antaranya permohonan subsidi sebesar f 25.000 diajukan Ons Genoegen kepada Dewan Kota Bandung guna menjamin kelangsungan operasionalnya (De Preanger-bode, 1 Juni 1920). Permohonan itu disampaikan ketua Ons Genoegen, C.J. Nauta, pada 1 Juni 1920 dan akan dibahas Dewan Kota Bandung dalam rapat 3 Juni 1920 (De Preanger-bode, 2 Juni 1920). Namun, dalam De Preanger-bode edisi 18 Agustus 1920 dikatakan permohonan dari Nauta, ditolak berdasarkan rekomendasi komisi keuangan, dengan alasan bukan tanggung jawab pemerintah kota untuk memberikan dukungan finansial kepada klub tertutup.

Satu lagi yang penting dicatat adalah pementasan murid-murid Kweekschool tot Opleiding van Inlandsche onderwijzers atau Sakola Menak pada Jum’at, 17 Desember 1920 (De Preanger-bode, 14 Desember 1920). Pementasan itu dimaksudkan untuk penggalangan dana Volksonderwijs dan Studiefonds Pasoendan. Pementasannya berupa penampilan tunil Sunda yang naskahnya ditulis Kartabrata (De Preanger-bode, 15 Desember 1920). Acara ini dihadiri banyak para priyayi, guru-guru, sejumlah orang Eropa, termasuk staf Kweekschool. Untuk pengumpulan derma itu, bunga-bunga dijual di gerbang aula Ons Genoegen oleh perempuan-perempuan muda. Dana yang terkumpul sebanyak f. 568.60 (De Preanger-bode, 18 Desember 1920).

Penampilan murid-murid Sakola Menak di gedung Ons Genoegen menjadi penanda penting mengenai keterlibatan bumiputra dalam agenda-agenda acara di Ons Genoegen yang biasanya diisi oleh acara-acara bangsa Eropa atau bangsa Indo Eropa. Lalu, bagaimana keterlibatan bumiputra selanjutnya dalam acara-acara di Ons Genoegen selanjutnya?

 

Editor: Hafidz Azhar

Picture of Atep Kurnia

Atep Kurnia

Peminat literasi dan budaya Sunda. Sehari-hari bekerja di Badan Geologi.