Amoeba

 

Manusia berkeluarga, manusia bekerja, manusia bermain, manusia istirahat. Satu kesamaan, semuanya mati.

 

Alkisah pada suatu masa disalah satu belahan dunia dan kemungkinan ini terjadi dibelahan lainnya, dijadwalkanlah dalam satu hari, satu waktu dan dalam satu wadah yang sama sebuah acara pertemuan yang dikarenakan situasi pandemik dilaksanakan lewat media dalam jaringan. Tentu saja cara ini memudahkan, terutama dikala normal hal ini tentu sangatlah tidak memungkinkan mengingat seseorang tidak bisa berada dalam tempat berbeda dalam satu waktu yang sama.

Adalah teknologi yang bisa mewujudkan hal demikian, sekarang siapa yang tidak kenal ZOOM atau GMEET? Setelah sekian lama SKYPE hanya digunakan untuk keperluan pribadi, zoom dan google meet hadir mengakomodasi pertemuan lebih dari seorang. Lalu bagaimana seseorang bisa hadir dalam banyak acara sekaligus? Tentunya orang tersebut harus mempersenjatai dirinya dengan beragam gadget, bila dirumah atau kantor bisa via PC/laptop, bila sedang mobile, bisa via semarpon atau teb. Peralatan ini akan digunakan semua bila jadwal meet berlangsung dalam waktu yang bersamaan, bahkan konon ada seorang yang mungkin sangat berpengaruh membekali ruangannya dengan puluhan layar dengan kontrol berbeda sehingga dia bisa mengawasi, memerintah, meminta atau apapun yang dia suka hanya dengan mengarahkan corong mic.

Lalu apa kaitannya dengan amoeba? Sejenis mikroorganisme yang kembang biaknya tidak perlu pasangan, tidak perlu repot ngeceng kiri kanan, tikung tikungan ala Marquez. Ya, dia hanya perlu membelah diri untuk berkembang biak. Menarik karena setelah membelah diri, amoeba tidak bisa mengembangkan karakter baru alias begitu saja, setidaknya itu hasil yang didapat oleh peneliti di Massachusetts sana. Fenomena berada ditempat beda dalam waktu sama tidak bisa dilakukan oleh manusia, tapi mungkin bisa oleh amoeba, setelah membelah diri, bisa jadi dia berpisah dan mengalir ketempat lain sampai jauh. Ketika manusia harus hadir disana-sini, dengan bantuan gadget dia bisa menjadi seperti amoeba walaupun tidak ada bagian tubuhnya yang terpisah, dia bisa terlihat ditempat atau acara yang mengundangnya, terlihat serius menyimak atau lancar berbicara, berwibawa sekaligus biasa saja, ceria atau malah sebaliknya, apapun bisa disesuaikan selama manusia tersebut pandai mengambil peran.

Amoeba bisa hidup bebas, bisa juga menjadi parasit bagi inangnya, hewan, manusia atau yang lain. Bisa hidup ditempat becek dan berair selama tempat itu menyediakan makanan baginya. Amoeba yang hidup sebagai parasit bisa menyebabkan penyakit diantaranya diare dan kanker. Lalu bagaiana manusia yang saat ini sedikit banyak -tergantung dari profesinya sebagai apa- dituntut untuk bisa menjadi amoeba? Apakah dia bisa hidup bebas? Atau menjadi parasit? Dan apakah sanggup manusia menjadi amoeba? Membelah diri walau bukan harfiahnya begitu?

Ada sebuah acara yang pembicaranya seorang professor -saya lupa namanya- yang membahas tentang fenomena membelah diri pasca pandemi, beliau menyebut bahwa fitrahnya itu manusia tidak bisa membagi perhatian. Kapasitas manusia terbatas, walau ada yang menyebutkan wanita itu bisa multitasking, namun tidak demikian ferguso. Manusia tidak sanggup untuk menerima info banyak dan berbeda dalam satu waktu karena memang diciptakan demikian, fokus, bila ingin mendapat hasil terbaik, seseorang harus fokus. Lalu dimana fokus ketika jadwal AxBxCxDxE harus dilakukan bersamaan dengan target semua maksimal? Merancang strategi kerja, membagi waktu dan teknik lain bisa digunakan, namun manusia tetap manusia, bukan amoeba. Manusia berkeluarga, manusia bekerja, manusia bermain, manusia istirahat. Satu kesamaan, semuanya mati.

 
T. ZULKARNAIN M | PENULIS LEPAS
 
image: Theopile Bartz
Picture of Redaksi

Redaksi