Etienne Decroux: Bapak Pantomim Modern Dunia

Pantomim – Mime adalah seni pertunjukan paling kuno di dunia dan sampai sekarang menarik orang dengan cara yang sangat mendalam dan intuitif. Apa sih peranan tubuh kita? Seberapa penting tubuh dalam seni pantomim itu, dan perlu tidak kita mengenal tubuh kita sebagai alat komunikasi dan sikap terhadap suatu keadaan, bahkan tubuh […]
Membaca Kisah dari Disertasi Niti Ganda

Lagi-lagi, dalam aspek kisah ini kita mendapatkan tamsil kebudayaan: tanaman dan pepohonan pada dasarnya bukan semata-mata objek budi daya, melainkan juga bagian integral dari atmosfer kebatinan. Sekadar komentar dari saya atas terbitnya terjemahan Indonesia dari disertasi mendiang Monsinyur Geise, Badujs en Moslims: Kajian Etnografis Masyarakat Adat di Lebak Parahiang, Banten Selatan (2022), dan […]
Mati Kutunya Pantomim Indonesia

Mati kutunya pantomim di Indonesia adalah disaat para pelakunya mematikan aliran komunikasi dan informasi kepada generasi selanjutnya yang sedang bergeliat Semua yang hidup akan menemui kematiannya, dan itu keniscayaan. Turut berdukacita atas meninggalnya seni pertunjukan pantomim Indonesia, memangnya sudah mati? Ya, mungkin mati kutu, apa begitu-gitu saja, atau memang sunyi dan tidak berdenyut lagi nafasnya? […]
Sunda Naon, Naon Sunda

Sunda bukan omong kosong, tapi jauh daripada itu, sunda adalah intelektual yang berkarya bukan hanya bicara. Apa yang menjadi sudut pandang dalam menentukan identitas kesukuan? Bagi saya tentu saja dari bahasa yang digunakan. Ataupun apabila yang bersangkutan menggunakan bahasa Indonesia sebagai cara bertutur, maka yang akan saya perhatikan adalah cengkok. Kira-kira saya bisa menentukan secara […]
NAPAK TILAS UTARA SELATAN (1)

alih-alih menguntungkan, para pemotor itu justru kerap merugikan. Napak tilas, bila mendengar tentang ini imaji terbang pada sesuatu yang besar, bersejarah, dan membekas di memori sebuah bangsa. Hal yang terkait napak tilas identik dengan perjalanan menelusuri jejak sejarah perjuangan, perjalanan ini sejatinya tidak hanya untuk mereka yang memunyai nama besar seperti pahlawan, […]
Bahasa Sunda ke Mancanagara

Surachman barangkali dapat disebut sebagai Bujangga Manik yang melangkah dari abad ke-20 ke abad ke-21, dan melakukan perjalanan lebih jauh dalam bentangan geografi yang lebih luas. Ieu kuring urang gunung ider kota, milang nagara, ngajajah alam buana “Orang gunung” itu melanglang buana dengan membawa bahasa ibunya. Dia, Surachman R.M. (l. 1936), bukan […]
Keliling Kota

Di angkot, ada banyak cerita. Ia adalah ruang pertemuan yang tak henti dari berbagai macam orang dengan berbagai latar belakang. Pagi ini, tapi tidak pagi sekali, saya menyiapkan sepeda. Ada rencana yang tiba-tiba muncul: bersepeda keliling kota. Membayangkan kota yang begitu luas, “bersepeda keliling kota” tentu hanya menjadi kiasan. Saya membayangkan rute […]
Beragam Warna Berbaur di Jendela

Yang paling menyenangkan buat saya adalah putar-putar bersepeda keliling kota sambil membawa alat gambar yang ringan dijinjing dan mudah dibawa. Buat saya, itu semacam persenyawaan yang baik antara olah raga dan olah sukma. Judul tulisan ini sebetulnya bukan milik saya. Saya hanya memetiknya dari petunjuk teknis pada “roda warna” (color wheel), alat bantu mencampur […]
Kejutan dari Hasan

Pantun atau carita pantun Sunda berbeda dengan pantun Melayu, carita pantun adalah teater tutur, meskipun sama-sama berbentuk puisi carita pantun lebih mirip dongeng yang diiringi petikan kecapi. Tanggal 12 Januari kemarin saya mendapat kiriman dua bundel fotokopian dari pedagang buku bekas. Keduanya adalah hasil dokumentasi Ajip Rosidi, pertama Dangding Djilid anu Kaopat antologi […]
Rajah atau Pasaduan?

Maka tidak mengherankan jika kita mendapati kata mantog yang di Rangkasbitung berarti “terbentur” sedangkan di Garut berarti “pergi”. Begitupun istilah rajah yang di suatu daerah berfungsi untuk “mengusir hama” dan di daerah lain justru untuk “menyampaikan permohonan”. Mula awaking paké panjang pasaduan —Ayah Anirah (2021) Telah begitu kaprah bahwa carita pantun diawali—dan kadang-kadang juga diakhiri—dengan apa […]