Sore: Bukan Soal Waktu, namun Berdamai dengan Manusia

Andai saja minggu lalu saya tidak menyaksikan celoteh dari kawan Fitra Sujawoto, Jarjit, Mang Ilham Kemoh, dan Mang Deden di Kedai Jante, mungkin saya tidak akan pernah tergelitik untuk menonton film SORE: Istri dari Masa Depan garapan sutradara kawakan, Yandi Laurens. Sialnya, gelagat mereka sore itu bisa dibilang berhasil memengaruhi saya untuk menonton film tersebut. […]

Anak-anak yang Membawa Luka

Tampak sebuah buku berjudul Pulau Gelembung. Di halaman berikutnya tertulis: “Untuk Don, dari Ayah–Ibu”. Mungkin, buku itu adalah hadiah spesial dari orang tua untuk anak kesayangan mereka. Dengan suara lembut dan penuh kasih, sang Ibu mulai membacakan cerita dengan gaya khasnya: “Pada suatu masa, hiduplah seorang kesatria kecil bersama orang tuanya. Mereka tinggal di sebuah […]

Berkarya ala Teguh Karya

Geliat Sinema Indonesia Era 1980-an Bagi orang kampung seperti saya yang lahir empat dekade silam, membayangkan suasana bioskop era 1980-an adalah hal yang sulit. Pada masa itu, layar perak bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari. Konon, di malam-malam tertentu, bioskop di pusat kota-kota besar dipenuhi antrean panjang penonton. Tiket ludes sejak sore, mesin […]

Film Indonesia dari Masa ke Masa

Masa lalu adalah ingatan—sekerumun bayang-bayang yang terus mengetuk pintu waktu. Salah satu ingatan itu menjelma pada jejak film yang pernah beredar pada zaman Belanda. Di masa itu, layar perak hadir membawa eksotisme dunia timur ke hadapan publik kolonial. Bahkan sekaligus menjadi alat dokumentasi kekuasaan dan merekam potret kehidupan bangsa bumiputera. Upacara-upacara ganjil, pemandangan desa yang […]