Tunil Sunda di Ons Genoegen Tahun 1920-1927

Bagaimana keterlibatan bumiputra selanjutnya dalam acara-acara di Ons Genoegen? Pertanyaan ini saya ajukan di ujung tulisan sebelumnya. Maka untuk tulisan ini saya lebih banyak mencatat rekaman pagelaran tunil Sunda di Societeit Ons Genoegen pada tahun 1920-1927. Untuk itulah, saya akan mengulangi lagi ihwal pementasan tunil Sunda oleh murid-murid Sakola Raja pada 17 Desember 1920 di […]
Agenda Societeit Ons Genoegen Tahun 1920

Setelah aula teater baru digunakan pertama kali pada Rabu, 19 Mei 1920, Gedung Societeit Ons Genoegen di Naripanweg No. 1 digunakan untuk berbagai keperluan. Sepanjang 1920, saya mencatat gedung itu digunakan sebagai tempat untuk menyelenggarakan pementasan berbagai kesenian dan hiburan, pertandingan olahraga, dan pertemuan komunitas atau organisasi. Selama Mei 1920, pernah direncanakan dan diselenggarakan pementasan […]
Dari Kerumitan Ekonomi hingga Kelamnya Danantara

Dalam anggapan saya selama ini, ilmu ekonomi itu ilmu yang paling rumit untuk dipahami. Apalagi buat orang awam seperti saya. Terlebih lagi, ilmu ekonomi tidak bisa diandalkan untuk mengatasi krisis ekonomi. Buktinya, dalam beberapa kurun waktu, dunia mengalami krisis bahkan depresi ekonomi seperti dicontohkan Amerika Serikat sekitar satu abad yang lalu. Pada 1920 hingga 1929, […]
Pembentukan Societeit Ons Genoegen

Sejak kapan Naripanweg No. 1 dijadikan sebagai tempat untuk Societeit Ons Genoegen (SOG)? Untuk menjawabnya, kita dapat beralih dulu ke pembentukan SOG. Dalam tulisan “Societeiten in Indie” (Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indie, 29 Januari 1935) SOG didirikan pada 1915, dan semula bermarkas di Bragaweg, di tempat berdirinya Maison Bogerijen, dengan anggota mencapai 500 orang. Namun, keterangan […]
Naripanweg No 1 dan Medan Prijaji

Sekarang Jalan Naripan terbentang dari pertemuan Jalan Cikapundung Barat-Jalan ABC-Jalan Naripan, sebagai terusan dari Jalan ABC. Sementara pada zaman penjajahan Belanda, jalan tersebut bermula dari perempatan Jalan Braga dan Jalan Naripan, atau dari Naripanweg No. 1 (Gedung YPK) hingga perempatan Jalan Veteran-Jalan Ahmad Yani. Bila kita lihat Google Maps, Jalan Naripan memanjang sekitar 1,4 kilometer, […]
Jalan Naripan Tempo Dulu

Salah satu peristiwa yang memilukan berbulan-bulan lalu adalah ambruknya atap Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) di Jl. Naripan No. 7-9, Bandung, pada 28 Oktober 2024. Konon, akibat dari kejadian itu, tiga orang mengalami luka-luka. Padahal saat itu sedang berlangsung pameran tunggal pelukis Ar. Soedarto bertajuk Enigma of Life dari tanggal 25 hingga 30 Oktober 2024. […]
Terbayang Sempakwaja

Sempakwaja tidak bisa naik tahta karena ompong. Ingatan akan tokoh menarik dari sejarah Kerajaan Galuh itu sangat membesarkan hati saya sepulang dari klinik gigi. Saya tidak begitu sedih kehilangan delapan gigi nan goyah dalam dua bulan terakhir. Saya toh bukan orang pertama. Baik saya gambarkan sanad dari ingatan demikian. Dokter Ranggi Ayodia yang merawat saya […]
Jurig Tumpak Sepeda

Entah kenapa, selagi keluyuran naik sepeda, saya teringat pada ungkapan Sunda “jurig tumpak kuda“. Tahu, kan, apa itu jurig? Mister Jonathan Rigg — dia mah Jo Rigg bukan jurig — menginggriskan istilah itu jadi “evil spirit“. Pak Rabin Hardjadibrata pun sama halnya. Ya, kata si empunya kamus, jurig adalah sejenis roh jahat. Siapa pula yang […]
Jenama, Slogan, dan Metonimia

Di telinga saya istilah jenama mudah diterima. Bunyi dan jumlah suku katanya dekat dengan jenaka. Boleh dong, buat sejenak, saya melupakan jenasah. Pokoknya, istilah yang satu ini mudah di lidah, enak di kuping. Kamus Indonesia-Inggris susunan Alan M. Stevens dan Schmidgall-Tellings mengartikan istilah jenama sebagai “(Mal) brand name”. Keterangan dalam tanda kurung di situ mewartakan […]