Bung dengan 2 Wajah (Tamat)

Mendekat hingga dari sisi sebelah kiri peti, isi di dalam mulai terlihat, sosok terbujur di balik kain kasa, hanya bagian wajah yang tampak sedang tubuh lainnya terbungkus kain kafan warna putih. Keluarga kami telah tinggal di kota Jakarta, tepatnya juga di daerah Kebayoran Baru, beberapa blok dari tempat tinggal keluarga Bude, yang mana […]
Kenapa Kau Terdiam Rhoma?

Jangan biarkan mulut jauh lebih cepat menyambar daripada akal pikiran, karena kondisi seperti ini sudah pasti acakadut, amburadul, pasolengkrah dan merugikan diri sendiri. Ada dua anekdot yang ingin saya jadikan pembuka bagi tulisan ini. Pertama, sebuah anekdot lama orang sunda. Suatu saat dalam shalat berjama’ah seorang imam diikuti empat orang makmum. Di […]
Agan Ready, Kakak Order

“Paket!” Itulah theme song harian dari para kurir yang menyampaikan rupa-rupa barang dagangan, mulai dari ragi tape dari Karawang hingga lemari kayu jati dari Jepara. Kata istri saya, belanja daring membuat kami awet muda sebab para pelapak selalu menyapa kami “kakak”. Saya tidak begitu setuju dengan pendapat seperti itu. Memang, di lingkungan keluarga, sebutan “kakak” atau “adik” terasa […]
Bung dengan 2 Wajah (Bagian 1)

Lukisan tersebut menggambarkan sosok laki-laki dewasa berdiri tegap menghadap agak kearah kanan, memakai setelan pantalon dengan jahitan terekspose berwarna putih. Berawal dari mencoba mengisi teka-teki silang di harian Kompas pada hari Minggu, 30 Mei lalu, dengan pertanyaan empat huruf menurun, tertulis “kata sapaan akrab kepada seorang laki-laki.” Saya jadi teringat percakapan bersama […]
Menyamar di Tempat Belanja

Sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, hampir satu Nusantara kita kenal dengan warna yang sama. Hanya di kota-kota tertentu seragam seperti baju zirah. Selesai belajar, para pelajar seragam abu-abu berlatih tempur dengan sekolah lain dan korban pun berjatuhan. Mesin telusur atau mesin pencari kata seperti tongkat ajaib di tangan para ahli […]
Siapa Aing?

Pastilah tidak semua penutur bahasa Sunda senang dengan pemakaian aing di ruang publik. Mereka yang bersikap demikian niscaya merasakan adanya semacam pelanggaran norma. Saya sendiri santuy saja. Kata ganti aing kini dipakai oleh banyak penutur bahasa Indonesia, khususnya dalam media sosial. Dalam twitter pernah saya baca cuitan berbunyi, “ikut aing aja”. Sebagai penutur bahasa Sunda, saya […]
Nostalgila Aki-Aki Tujuh Mulud

Saat itu Gedung Sate tidak berpagar. Melambangkan kedekatan antara pemimpin dengan rakyatnya. Tidak seperti sekarang, dilingkari oleh pagar besi, yang kokoh. Seolah memisahkan antara pemimpin dengan rakyat, yang dipaku dalam kotak-kotak mati yang kaku. Saya sekolah di SMAN 2 Bandung. Masuk di Jalan Belitung bulan Juni tahun 1965, dan lulus dari Jalan Cihampelas pada […]
Drama, Mitos, dan Kutukan Final Liga Champion Eropa

Final UCL sepertinya menjadi kutukan untuk semua pelatih non-eropa, karena belum ada satupun pelatih non-eropa yang mampu memenangi gelar ini, yang sudah pasti untuk final tahun ini kutukan itu akan masih tetap ada, karena pelatih dua tim yang akan bertanding bukan orang non-eropa. Final Liga Champion Eropa atau UEFA Champion League (UCL) selalu menarik untuk […]
Ramadan Kedua dan Masih Saja Pagebluk

Kesunyian bisa sangat mengintimidasi. Tapi bisa juga sangat mengiluminasi. Dalam sunyi, adakalanya kita untuk berjumpa dengan diri kita sendiri. Jika sulit tertidur, saya biasanya membayangkan zombie apocalypse terjadi. Dalam bayangan saya, tentu, saya akan selalu menang. Tapi, ternyata, semesta berkehendak lain. Yang terjadinya bukannya zombie apocalypse, malah pagebluk covid-19. Ramadan tahun lalu adalah ramadan pertama […]
Kotanya Warung Kopi – Tjalie Robinson (4)

Saat itu kami bertemu buat minum kopi semata. Itu pun kiasan saja, karena kopi asli Belanda, dengan aromanya yang menguar dari serbuknya itu, di sini memang terbilang langka lho. Sementara itu, minuman nasional kopi tubruk oleh orang Eropa dianggap vulgar. Ngopi bisa Anda lakukan di rumah dengan “kue huk” sebagai pelengkapnya, tapi kalau […]