Offside

Bahasa Indonesia tampaknya belum mampu menemukan padanan kata yang tepat untuk istilah offside dalam sepakbola. Hal ini terbukti ketika saya mencoba mencarinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia melalui daring belum lama ini. Indonesia yang katanya negara sepakbola ini, menurut hemat saya, tak ada salahnya menyepakati sebuah istilah yang pas untuk mendiskripsikan offside. Pada dasarnya, offside […]
Jalan

Perjalanan baru saja saya mulai. Di atas bus ekonomi AC, semua orang duduk dengan isi kepalanya masing-masing: membayangkan tujuan, mengenang yang ditinggalkan, menangisi kekasih, menguatkan cita-cita, dan sebagainya. Sopir menyetel lagu kebangsaan perjalanan. “Walau Hati Menangis” yang dinyanyikan Pance Pondaag. Mungkin lebih baik begini, menyendiri di sudut kota ini, kututup pintu hati untuk […]
Berhenti Karena Titik

Tentu, ada tanda baca lain yang tak semutlak titik. Namanya, koma. Istilah yang sama kita pakai juga untuk orang yang tidak sadarkan diri di ruang gawat darurat. Titik ada buat berhenti. Saya pun takjub di bab penghabisan novel The Autumn of the Patriarch karya Gabriel Garcia Marquez. Kayaknya bab itu mesti dibaca sekali duduk deh, […]
Sunmori dan Negeri yang Pemaaf

Mensana in Corpore Sano di dalam tubuh yang sehat bersemayam jiwa yang kuat. Udara pagi di Hari Minggu yang segar, bisa membuat pikiran jadi cerah, begitu kira-kira prinsip yang dianut para penyuka sunmori. Kata sunmori, yang entah kenapa belum ada di KBBI ini sering terdengar hari-hari ini. Sunday Morning Ride alias sunmori ini […]
Pokoknya Lokal!

Glokalisasi adalah konsep adaptasi sebuah objek atau gagasan yang melibatkan penggabungan dari pengekatan globalisasi dan lokalisasi, gagasan yang menurut saya paling menarik adalah delokasi/relokasi. Di mana masyarakat lokal terangsang dalam memunculkan definisi baru dan artikulasi baru dari kekhasan karakter kultur lokalnya, ketika bersentuhan dengan kultur global, dikarenakan entitas kultur lokal yang sudah lama berproses, […]
Menulislah Sebelum Mati

Menulis, kata yang biasa kita dengar. Anak sekolah apalagi. Kegiatan menulis saat ini bisa dilakukan dalam berbagai medium. Menulis di buku atau kertas sudah mulai berkurang, teknologi pengganti kertas bertebaran berbagai macam. Kawan saya di kampus menunjukkan sebuah tablet digital pengganti buku, kita bisa membaca dan menulis pada alat yang sama, lucunya lagi, alat itu […]
Membaca dan Menulislah, Maka Kamu Ada!

Dikatakan dalam buku Kebudayaan dan Kondisi Post-Tradisi, karya Bambang Sugiharto, bahwa budaya baca tulis memaksa orang berhadapan dengan dirinya sendiri, melalui buku yang dibacanya menantang pemikiran panjang, menyeret individu pada refleksi ke dalam diri dan merangsang imajinasi tanpa henti. Begitu pula dengan menulis, melalui tulisan juga menantang individu berusaha untuk merealisasikan atau mengkonstruksi imajinasi […]
Kijang Memang Tiada Duanya

“Tayangan iklan itu menampilkan keluarga kecil yang bahagia, ada bapak-ibu, kakek-nenek, dan dua anak kecil di dalamnya, mereka sedang melakukan perjalanan melintasi jalan berbukit yang hijau nan indah.” Ya, esai ini memang akan bercerita tentang pembelian 176 mobil Toyota Kijang Innova di Desa Sumurgeneng, Tuban. Tapi tenang saya tidak akan berkomentar […]
Senja Kala Pop Sunda?

Tapi mengapa, secara nasional, para seniman pop sunda kalah bersaing dengan seniman campursari dan dangdut koplo dari Tengah dan Timur Jawa? Malam itu, Wish You Were Here-nya Pink Floyd hampir lenyap ditelan hujan, sayup terdengar suara Gilmour yang lirih. Memori berkelebatan di antara kepulan asap dan barisan CD yang berdebu tak […]
Belajar Sejarah Dari Novel

Suatu masa ada kegiatan membaca kembali hasil karya sastra di Kedai Jante, nama novelnya pun berhubungan dengan kopi, “Babad Kopi Parahyangan” novel yang diterbitkan oleh Marjin Kiri dan ditulis oleh Evi Sri Rejeki. Perjalanan kopi di Parahyangan menjadi titik berat dalam novel ini. Alkisah seorang pemuda bernama Karim yang berasal dari tanah Sumatera tepatnya […]