Membaca dalam Hati

    Menulis puisi berarti menemukan saluran “bunyi” yang memadai bagi kesadaran sang penyair yang dihikmati dalam “sunyi”.   Saya ingat sejumlah orang yang kalau membaca bibir mereka suka bergerak-gerak tapi tidak menimbulkan suara. Mereka tidak sedang merapalkan doa atau mantra. Mereka sedang membaca dalam hati, tapi bibir mereka seperti masih betah dalam tradisi deklamasi.  […]

Indonesia Tidak Hebat, Tidak Masalah!

      “Sesungguhnya tak ada kisah picisan seperti si miskin yang jadi kaya dengan berusaha dalam hidup seorang Jeff Bezos dan banyak miliader lainnya.” (Tirto.id)   Entah bagaimana kisah-kisah luar biasa justru banyak terekam di Indonesia. Negeri yang dipenuhi dengan dongeng, meskipun dongeng jangan selalu diartikan negatif. Kisah dongeng juga tentang mimpi, banyak narasi […]

Sawala Mesin Ketik

Mesin ketik tua itu teronggok di sudut perpustakaan, di bawah meja terhalang banyak benda lainnya. Entah berasal dari mana, mesin ketik itu bermula disimpan. Kami bermaksud memindahkan benda itu ke lantai pertama, letak perpustakaan ada di lantai dua. Butuh tenaga dua orang dewasa untuk mengangkut mesin ketik itu ke bawah, cukup berat dan berukuran besar. […]

Babad Kopi Parahyangan

  Novel Sejarah dan Data   Bagaimana kita mampu menyuarakan sejarah versi kita, jika arsip kolonial masih menjadi sumber utama penulisan sejarah? Pertanyaan yang menggelitik saya di sore itu, ketika beberapa diantara kami terlibat dalam obrolan podcast Hanya Wacana. Evi Sri Rezeki, narasumber kami, berbagi tentang novel terbarunya yang berjudul “Babad Kopi Parahyangan”.    Secara […]

Kabeh Dulur Make Manah

  Ramah, selalu tertawa, cenderung selow. Herjok, Heru Djoko, beberapa nama panggilan beliau. Apabila anda berteman di Instagram nama yang muncul Dj Urreh. Heru Djoko, nama  yang berkesan klasik, semacam penamaan Jawa campur Sunda. Pa Heru, dibesarkan di Cibangkong, daerah yang berada di sekitar belakang Hotel Trans, atau TSM, kalau anda urang Bandung, kemungkinan besar […]

Batas Baca

    Menikmati bacaan berarti bergerak perlahan seperti tamasya dengan jalan kaki atau naik sampan di danau yang tenang.   Istilahnya batas baca. Kalau orang memakai bookmark, saya lebih suka memakai marka pustaka. Barangnya sih tipis saja, terselip di antara dua belahan halaman kayak pintu lintasan di antara masa lalu dan masa depan. Di belahan […]