Dari Strategi Jasa Dokumentasi, Coca-Cola, hingga Taktik Tim Sepakbola

 

 

Karena setiap bisnis, meski itu jasa fotografi, bisa saja memiliki nilai lebih dari sebatas jasa dokumentasi! Kalau belum percaya, cari juga alasan kenapa pendukung Arsenal masih ada, meski sudah lama tidak juara?

 

“Wah kebaca strategi lo!” Sering saya mendengar kalimat itu, terus apa salahnya kalau terbaca? Karena strategi memang bisa dan wajar saja terbaca oleh orang lain. Lihat saja pertandingan sepakbola, kita pasti tahu mana yang memainkan strategi 4-4-2 mana yang 3-5-2. Jadi wajar saja bukan kalau strategi kita terbaca oleh tim lain?

Nah, lain soal dengan bagaimana tim masing-masing menjalankan strategi, itu dinamakan taktik. Ini kuncinya. Kita harus betul-betul merancang dan merencana taktik apa yang akan kita mainkan. Karena strategi boleh sama, tapi taktiknya bisa jauh berbeda. Atau ide boleh saja sama bahkan hasil duplikasi, tapi eksekusi tentu tetap jadi kunci. Jangan sampai saat merancang dan menjalankan taktik kita jadi kehilangan ciri khas atau karakter, apalagi saat mengeksekusi gol.

Dari strategi, taktik, baru kita bicara gol. Semua tim pasti ingin menghasilkan gol sebanyak-banyaknya untuk memenangkan pertandingan. Lagi-lagi, strategi boleh sama, seperti Messi dan CR7 yang bisa saja berposisi sama dalam suatu strategi, tapi tetap saja taktik yang jadi penentu, bahkan nantinya sampai ke cara eksekusi yang khas. Tidak percaya? Lihat saja tayangan gol-gol terbaik Messi dan CR7 di youtube, pasti terlihat dan terasa berbeda taktik dan eksekusinya, meski ujungnya sama, yaitu musti jadi gol!

Berbisnis juga kurang lebihnya sama. Tiap-tiap studio atau vendor foto sangat mungkin memiliki atau memilih strategi yang sama dengan studio atau vendor foto lainnya. Lalu, bagaimana ketika strategi dianggap tidak berjalan dengan baik, biasanya sang pelatih tim sepakbola memutuskan menggeser atau mengubah taktik. Kenapa yang diubah taktik bukan strategi? Karena, meski bisa saja salah strategi, tapi strategi dibuat untuk tidak sering atau gampang diubah-ubah, sementara taktik memang dibuat agar strategi bisa berjalan dan selalu fleksibel di setiap situasi yang berbeda-beda. Jadi, ketika gol atau tujuannya terasa makin jauh, sebelum kita mengubah strategi, baiknya diperiksa lagi apakah jangan-jangan yang kurang pas adalah taktik dan bukan strateginya?

Selain sepakbola, apa yang bisa jadi contoh? Bukankah sepakbola hanya permainan, sementara bisnis itu penghidupan. Baiklah, meski saya menganggapnya tak ada beda, tapi mari kita mengurai Coca-Cola dan bisnisnya. Gol atau tujuan dari Coca-Cola itu sederhana, yaitu membuat sebanyak mungkin orang untuk meminum Coca-Cola. Lalu, strategi mereka adalah beriklan sebanyak mungkin untuk mempengaruhi mass market dan menunjukkan bahwa Coca-Cola ada bagian dari kultur, serta bisa membuat kita bahagia dengan meminumnya. Lalu apa taktik Coca-Cola? Membuat berbagai konten iklan yang terus relevan dengan situasi dan lokasi dari target pasarnya. Apakah konten iklan Coca-Cola berubah-ubah? Ya, jelas karena itu taktik, bukan strategi!

Begitu kata Seth Godin di buku This is Marketing tentang gol, strategi dan taktik Coca-Cola. Tapi, bukankah Pepsi juga punya gol yang sama? Strategi Pepsi juga rasanya sama saja? Taktik atau konten iklannya juga tidak terlihat jauh berbeda. Lalu, kalau dari ujung sampai ujung semuanya sama bagaimana? Jangan-jangan memang strategi kompetitor kita memang hanya untuk menduplikasi semua hal? Nah, dalam bisnis itu sah-sah saja, bolehlah lain waktu nanti kita bercerita soal itu.

Akhirnya, ketika semua sudah terasa sama. Bagi saya, ini bukan hanya taktik atau strategi yang musti diperiksa ulang, tapi juga gol alias tujuannya. Bisa jadi tujuannya tidak berhenti hanya pada membuat konsumen membeli  produk atau jasa saja, tapi lebih dari itu. Harley-Davidson, misalnya, meski pembeli atau pengguna motornya jauh lebih sedikit dari Honda, tapi terbukti bahwa yang tidak punya motor Harley pun bahkan ada yang bertato Harley-Davidson. Kenapa begitu? Karena setiap bisnis, meski itu jasa fotografi, bisa saja memiliki nilai lebih dari sebatas jasa dokumentasi! Kalau belum percaya, cari juga alasan kenapa pendukung Arsenal masih ada, meski sudah lama tidak juara?

 

#CatatanRinganFotograferPernikahan

FITRA SUJAWOTO | PEMERHATI PARIWISATA DAN APA SAJA

Ilustrasi oleh Adam Rizki Taufik

 

 
Picture of Redaksi

Redaksi