Majalah Sunda Kutawaringin

 

Kutawaringin sebagai tempat berkumpul semua orang dalam rangka bersama-sama membangun dunia yang lebih bahagia, penuh perdamaian, penuh kasih murni, adil, makmur dan sejahtera, sehat raga dan jiwa.

 

Majalah bulanan berbahasa Sunda terbitan Yayasan Kutawaringin Subang, dengan alamat redaksi di Jl. Djendral Achmad Yani No. 66, Subang. Dalam kotak redaksi tertulis ketua (pupuhu) Otje Djundjunan Setiakusuma, wakil pupuhu Aang A. Widjaja, penanggung jawab (panangkes) AHS. Armin Asdi, pemimpin redaksi (girangrumpaka) Agus Sur, dan sekretaris redaksi (girangserat) Winarja Artadinata.

Edisi pertamanya (Nomor 1 Tahun I) terbit pada Desember 1966. Semboyan yang diangkatnya adalah “Dina lelemah Pantjasila, Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh” (Dengan dasar Pancasila, saling asah, saling asih, saling asuh). Dalam rubrik rencana “Salamanggung”, redaksi menulis antara lain “Ngahadja diwastaan pun ‘Kutawaringin’ téh hojong tiasa mangrupi Kutawaringin pangauban sadajana dina enggoning sasarengan ngawangun dunja anu langkung bagja, pinuh ku karapihan, pinuh ku asih nu wening, adil ma’mur kertahardja, rahaju raga miwah sukma” (Majalah ini sengaja dinamai Kutawaringin karena berharap menjadi semacam Kutawaringin sebagai tempat berkumpul semua orang dalam rangka bersama-sama membangun dunia yang lebih bahagia, penuh perdamaian, penuh kasih murni, adil, makmur dan sejahtera, sehat raga dan jiwa).

Di dalam edisi pertama tersebut dimuat cerita pendek “Indung” oleh AHS. Armin Asdi, tulisan lelucon, rubrik agama (Tjahja Sumirat) dengan tulisan “Agama djeung Pantjasila” karya A. Hassan Shabir, prosa liris “Gentra Pahlawan” oleh Win. Artadinata, terjemahan artikel dari majalah Intisari, rubrik reportase (“Njingrajkeun Lalangse”) dengan tulisan “Petjel Bidar”, rubrik kesenian (“Kandaga Seni Daerah”) yang memuat tulisan tentang gembyung, sajak-sajak karya Isma (“Arief Rachman Hakim” dan “Madep”), rubrik untuk kalangan remaja (“Tundjung Balebat”), rubrik dangding dengan “Sinom Degung” dan “Ngalingling” karya O. Wikanda Warman, cerita bersambung “Runtagna Kutawaringin Tjupunagara” oleh AHS. Armin Asdi, rubrik musik (“Galura Suara”) dengan memuatkan notasi lagu “Serenata buat Seorang Pradjurit”, tulisan berisi pengalaman “Show of Forces Orde Anjar” karya Ki Agus Sur, rubrik pojok (“Mopole”), dan rubrik opini redaksi (“Gembjung Subang”) yang menampilkan nama penulisnya dengan sandiasma Kai Adut.

Pada edisi kedua (No. 2 Th. I), Maret/April 1967, antara lain memuat pidato sambutan Pangdam VI/Siliwangi Mayjen H.R. Dharsono dalam “Malem Riungan Organisasi & Inohong Sunda di Gedung Wanita Bandung tgl. 24 Desember 1966” (Malam pertemuan organisasi dan tokoh Sunda di Gedung Wanita Bandung tgl. 24 Desember 1966). Pidatonya bertajuk “Masjarakat Sunda dina Ngawujudkeun Orde Anjar” (Masyarakat Sunda dalam mewujudkan Orde Baru).

Tulisan lainnya adalah cerpen “Wiwin” karya Yus Rusyana, “Duh Tjileuleuj Pileuleujan” karya Rusman Sutiasumarga; sajak “Sawangan” dan “Hudjan Peuting” karya Isma, sajak “Kunti Kingkin” karya Win Artadinata, dan sajak “Haleluja” karya Agus Sur; “Tafakur” karya A. Hassan Shabir; reportase bertajuk “Pa Kasmar” dan “Miluang tina Tandang”; tulisan “Ketuk Tilu Seni Rajat” oleh AHS. Armin Asdi, “Sastra Menak djeung Sastra Rajat” karya Dudu Prawiraatmadja; sambungan “Runtagna Kutawaringin Tjupunagara” dan “Show of Forces Orde Anjar”.

Menurut Yus Rusyana, dkk. (Ensiklopedi Susastra Sunda, 1987: 37), umur majalah Kutawaringin tidak sampai setahun, hanya terbit beberapa nomor. ***

 
ATEP KURNIA | PENULIS LEPAS
 
Ilustrasi Koleksi Pribadi
 
Sila kunjungi blog pribadi penulis untuk membaca tulisan lainnya https://sundaneselibrary.wordpress.com/2021/03/27/mitra-noe-tani/
 
Picture of Redaksi

Redaksi