toh barangsiapa berupaya menanam, nanti juga dia akan menuai hasil.
Ada saatnya mahasiswa belajar di ruang kelas, ada saatnya pula mereka belajar di pelataran parkir. Program Studi Desain Konumikasi Visual (DKV) FISS Unpas menggelar pameran karya akhir semester bertajuk “Resepsi Visual” yang diselenggarakan pada tanggal 13 – 15 Februari 2023, bertempat di kampus IV Unpas, Jl. Dr. Setiabudhi 193. Tepatnya di aula Haji Hasan Mustapha, aula Otto Iskandar Dinata, dan area pelataran parkir kampus Unpas.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan istilah pameran sebagai bagian dari pertunjukkan berupa hasil karya seni, barang hasil produksi, dan lain sebagainya. Secara etimologi, pameran adalah berasal dari adaptasi bahasa Inggris “exhibition” yang memiliki arti pertunjukkan, peragaan, atau tontonan.
Kegiatan ini merupakan suatu wadah apresiasi terhadap karya-karya tugas yang dibuat oleh mahasiswa/i pada semester berjalan di Tahun Ajaran 2022-2023 ganjil. Sekaligus sarana promosi bagi program studi dkv itu sendiri. Pameran merupakan elemen tak terpisahkan dalam berkarya, baik itu desain ataupun seni, semua panca indra terlibat di dalamnya, baik itu desainer atau senimannya juga para pengunjung, Menurut Frank William Jefkins, praktisi periklanan, pameran adalah satu-satunya media pemasaran yang dapat menyentuh semua panca indra manusia (mata, telinga, kulit, hidung, lidah).
Tercetusnya gagasan kegiatan ini bermula dari mata kuliah Kewirausahaan Desain yang diampu oleh Dr.Waska Warta dan Yudi Rudiansyah, para dosen memberi tugas Ujian Akhir Semester kepada mahasiswa di akhir semester, untuk unjuk pamer konsep desain usaha yang telah dibangun selama satu semester di luar kelas. Hal ini semata bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para mahasiswa, tidak hanya oleh dosen bersangkutan, juga oleh para penikmat.
Pada mulanya kegiatan ini dibebankan kepada semua mahasiswa/i Kewirausahaan Desain, akan tetapi, setelah melakukan diskusi dengan tim dosen prodi juga beberapa pertimbangan teknis, akhirnya kegiatan pameran ini dilebur dengan mata kuliah praktek lainnya, Empat puluh mahasiswa menjadi panitia. Himpunan mahasiswa masuk ke dalam struktur panitia, mereka peras keringat berusaha agar kegiatan ini berjalan sesuai harapannya. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah kurang lebih seratus empat puluh mahasiswa/i, meskipun tidak semuanya aktif berperan serta dalam proses persiapan dan pelaksanaan, biarkan saja, toh barangsiapa berupaya menanam, nanti juga dia akan menuai hasil.
Dana kegiatan ini berasal dari prodi dan inisiasi mahasiswa/i (rereongan), meskipun dana yang dibutuhkan lumayan besar, sekitar dua puluh juta rupiah, sedangkan dana yang terkumpul jauh dari dana yang dibutuhkan, tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk terlaksananya kegiatan ini, berapapun dana yang terkumpul, kegiatan resepsi visual tetap berlangsung.
Ada kurang lebih tiga orang pejuang tangguh yang mempunyai andil besar terlaksananya kegiatan ini, mereka tidak hanya bertugas sebagai panitia aktif, Faris Amran Samudera, Adly Aulia Chaniago, dan Yana Supriatna, ketiga orang ini merupakan mahasiswa aktif prodi DKV semester V, sebetulnya bukan hanya mereka bertiga, hanya saja, mereka yang paling aktif melakukan komunikasi dengan prodi, khususnya berkenaan dengan acara, perizinan, infrastruktur juga desain, tak hanya menemui, kadang mereka berkomunikasi di luar waktu normal, bahkan di waktu larut malam.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, senin, selasa dan rabu, ada pameran karya, talkshow yang narasumbernya Gaga Nugraha, seorang artis CGI (computer graphic images), yang juga masih Alumni DKV FISS Unpas angkatan sembilan puluh delapan, bazar dan acara musik. Kendati alam tidak selalu mendukung kegiatan, di hari kedua hujan turun, ini menjadi tantangan paling besar, karena ada kegiatan yang berlangsung di pelataran parkir berupa bazar, tidak hanya unjuk visual ada juga pajang karya kaos, tas, gelang, cincin, stiker, tumbler dan lain sebagainya, ada juga permainan yang merupakan tugas utama dari kegiatan pameran ini, ketika hujan semakin membesar, karya, meja-meja juga banner diangkut, untuk pindah ke pelataran aula, kerumunan pun ikut berpindah menghindari air hujan.
Program Studi DKV berupaya mempersiapkan mahasiswa-mahasiswanya untuk menghasilkan karya desain melalui proses kreatif, yang menggabungkan tampilan visual yang estetik dan teknologi masa kini, hingga pada proses akhir memamerkan karya yang dibuatnya. Terdapat enam karya mata kuliah yang dipamerkan, illustrasi, fotografi, audio visual, identitas visual, literasi visual dan kewirausahaan desain. Berbagai tema dalam bentuk media diangkat dalam karya-karya yang dipamerkan, antara lain; poster, manual book, foto, video, dan bazar.
Karya-karya mahasiswa ada yang dipamerkan di atas meja, ditempel di panel-panel besi juga panel kayu, semua tersusun rapih di dalam Aula Hasan Mustapha, kita dengan mudah menikmati karya sesuai arahan yang sudah dibuat panitia. Persiapannya kurang lebih hanya satu minggu, akan tetapi kesigapan panitia dan peserta membuat karya tetap terpajang dan pameran berlangsung.
Kebetulan, di hari terakhir berpameran, kami kedatangan tamu, dekan, wakil dekan dan dosen dari FSRD dan FSP Institut Seni Indonesia Surakarta, mereka berkesempatan ikut menikmati kegiatan tersebut, khususnya menikmati visual yang dipamerkan di ruang aula Haji Hasan Mustapha, yang menarik, apa yang disampaikan Renya Adi Kurniawan, salah seoran dosen DKV ISI Surakarta, “DKV Unpas ini kental dengan Ilustrasinya ya mas, kalo kami di ISI masih umum, belum ada kekhususannya”, saya menimpali, ini kebetulan saja mas, karya visual illustrasi yang lebih menonjol, kekhasan kami sebetulnya ada di konsep kelokalan (sunda) dan keislaman.
Pameran di tutup oleh pemberian penghargaan “Reka Kancana” berupa plakat, untuk karya terpilih oleh Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra juga para dosen pengampu mata kuliah yang karyanya dipamerkan.
Harapannya, kegiatan ini akan terus berlangsung, menjadi kegiatan rutin tiap akhir semester, sehingga mahasiswa berani unjuk gigi akan karya yang dibuatnya. Sebagaimana pelataran parkir bukan tujuan akhir, hanya perhentian sementara, demikian pula halnya dengan kegiatan ini.***
FADHLY ABDILLAH | DOSEN DKV FISS UNPAS
image: Barbara Mae




