Harpastum ke Piala Dunia

“All that I know most surely about morality and obligation, I owe to football,”-Albert Camus, seorang filsuf, mantan penjaga gawang.     Piala Dunia  Saya sendiri tidak pernah benar-benar menyukai sepak bola, kecuali Persib. Itu pun karena alasan kultural. Bagi saya, sepak bola hanya berfungsi sosial semata. Di tengah dunia yang semakin kacau, Piala Dunia kembali menggelinding. […]

Ketersesatan dalam Karya Iwan Simatupang dan Jorge Luis Borges

Dahulu sekali ketika masih muda, pada fase genit-genitnya membaca filsafat, saya menggemari novel-novel Iwan Simatupang dan Jorge Luis Borges. Mengapa suka Iwang Simatupang? Karena ia tak pernah mempersonifikasi tokoh novelnya dengan nama atau mirip dengan siapa. Awal membaca karyanya, saya memilih Merahnya Merah. Tokoh Kita adalah gambaran kebingungan kita semua dalam hidup. Sempat saya berpikir […]

Musik untuk Permenungan

Sekitar pukul enam pagi, udara dingin masih menyelimuti tubuh. Di depan Indomaret Fresh Cipasir 2, sudah terlihat beberapa mobil parkir; salah satunya sebuah mobil merah. Suara tukang parkir belum terdengar, menandakan suasana yang masih tenang meski aktivitas mulai menggeliat. Di depan Indomaret, saya dan guru saya duduk di kursi besi yang dingin, dengan meja besi […]

Filosofi Buah Kersen

Zaman budak leutik dulu, saya tinggal di daerah Caringin, area Bandung Selatan. Bukan pusat kota, juga bukan pedesaan. Kamu boleh bilang Caringin sebagai area urban pinggiran. Dan zaman budak leutik dulu, saya selalu berpikir kalau semua yang terjadi di alam semesta ini, serbakebetulan. Si Ipul dan Si Dewi berpapasan di jalan tanpa ada pretensi apa-apa, […]