Semiotika, Fotografi, dan Pulau Rinca

Kehidupan di Pulau Rinca sudah berdenyut sejak malam masih gelap gulita. Kapal-kapal nelayan sudah menderu di ujung dermaga. Warga bersiap untuk mengirimkan hasil laut. Sebagian lagi juga bersiap untuk berbelanja berbagai kebutuhan ke Labuan Bajo. Suara seorang laki-laki mengaji dengan suara dalam dan agak serak menjadi latar yang membuat suasana menjelang subuh menjadi syahdu. Deburan […]
Sore: Bukan Soal Waktu, namun Berdamai dengan Manusia

Andai saja minggu lalu saya tidak menyaksikan celoteh dari kawan Fitra Sujawoto, Jarjit, Mang Ilham Kemoh, dan Mang Deden di Kedai Jante, mungkin saya tidak akan pernah tergelitik untuk menonton film SORE: Istri dari Masa Depan garapan sutradara kawakan, Yandi Laurens. Sialnya, gelagat mereka sore itu bisa dibilang berhasil memengaruhi saya untuk menonton film tersebut. […]