Sindir Sampir

Gejala campur kode atau penggunaan satuan bahasa dari satu bahasa ke bahasa lain, dalam bahasa sunda memang sudah tercatat dari jaman baheula. Yamet kudasi, yamet kudasi, Bang Yamet parake dasi. Ara ara kimochi, ara ara kimochi, Bang Ara parake peci. (Dewi Isma Khoeriyah) Ada banyak hal yang bisa kita ulas dari lirik serupa […]
Vespa, Satu Rasa Sejuta Saudara

Sebenarnya ada apa dengan vespa? hingga banyak masyarakat menyukainya. Apakah karena ada persaudaraannya yang terjalin erat? Atau hanya sebuah gaya hidup saja? Tadi sore warna langit terlihat memerah. Gumpalan awan beriringan bersiap mengubah dimensi waktu. Sayup terdengar alunan musik, mendendangkan lagu dari band ternama ibukota. Liriknya mudah dicerna, menggambarkan indahnya skuter tua […]
Kata dan Rumpaka, Lontar dengan Carita Pantun Sunda

Apakah cukup tepat jika kata dan rumpaka dalam carita pantun Baduy disebut mengandung anasir Sunda Kuna, semata-mata karena asing di telinga pengguna dialek Bandung? Ki Pantun Ayah Anirah memang pernah belajar carita pantun Lutung Kasarung pada Ki Sajin, namun belum khatam. Oleh karena itu, ketika saya mendiktekan Lutung Kasarung Ki Sajin pada […]
Metodologi dan Secangkir Kopi

Belajar menulis dalam keadaan tangan masih penuh oli memberikan sensasi tersendiri karena saya jadi kenal apa itu metodologi. Pada hari Rabu pukul 16.30 sebuah weker dikamarku berdering keras. Sebuah benda bermakna peninggalan orang tua. Sang waktu mengajak saya untuk masuk ke dalam sebuah dimensi digital, untuk menimba ilmu baru, yang belum pernah saya ketahui […]
Membaca Kembali Pantun Baduy

Saya jadi menyadari secara kognitif saya dan orang Kanekes berbeda. Apakah ini bisa menjadi alasan bahwa orang-orang yang menulis tentang Baduy itu banyak yang salah kaprah dalam memahami? Paling tidak sejauh yang saya telusuri cerita Lutung Kasarung yang beredar saat ini, yang berupa filem, novel dan sebagainya, merupakan adaptasi dari versi Carita Pantun […]
Bercermin pada Puisi Kartawi

Simpati, komitmen, pendirian, atau hal-ihwal semacam itu, tentu saja, tidak cukup sebab pada gilirannya orang yang berpuisi niscaya mesti mencari bentuk yang memadai bagi kesadaran yang dia hayati. Kartawi — lengkapnya Kartawijaya— bukan nama asing buat saya. Kami bertemu di GSSTF (Gelanggang Seni Sastra Teater dan Film), sebuah wadah kegiatan mahasiswa […]
Poetika Sunda

Jadi, bisa saja istilah purwakanti di sini berlainan dengan purwakanti dalam sastra Jawa. Buku yang saya terima tadi siang merupakan kumpulan beberapa karangan. Di antaranya terdapat tulisan begawan sastra jawa kuna I. Kuntara Wiryamarta, ia menulis Puitika Jawa dalam Kancah Sastra Indonesia. Inti dari tulisan ini adalah timbamgan atas karya Linus […]
Jembatan Ungkapan

Salah satu hal yang mengasyikkan buat saya dari kegiatan menerjemahkan buku adalah ikhtiar menyiasati jebakan ungkapan Jelek-jelek begini, saya pernah menerjemahkan buku. Buat saya sendiri, itu kegiatan hebat, tidak kalah hebat oleh ikhtiar insinyur sipil membangun jembatan. Salah satu buku yang sempat saya terjemahkan adalah karya seorang teman senior dari Negeri Kincir […]
Jawara Jalanan dalam Kenangan (2 Tamat) | Tjalie Robinson

Sekarang ini kita semua hanya bisa bersilat lidah atau malah bukan petarung sama sekali. Kadang kita menggunakan pistol, kadang kita bersepuluh memukuli satu orang. Lawannya adalah Bubi K., tipe yang berbahaya, lebih tua, lebih kuat, dan berpengalaman dalam seni bela diri kampung. Orang bengis yang telah lama meneror sekolah, tapi dengan […]
Spongebob dan Sunda Kuna

Saya tidak setuju dengan Ilham Nurwansah di Penelusuran Jejak Musik Instrumental dalam Naskah Sunda Kuna, yang menafsirkan gobéng di Kawih Pangeuyeukan itu dengan kolécér Mungkin kebanyakan pembaca tahu episode SpongeHenge di serial animasi Spongebob. Alkisah di suatu pagi Sakadang Sponge terbangun karena tertimpa sebungkus nasi bungkus yang terbawa oleh angin, waktu itu Bikini Bottom dan sekitarnya memang sedang berangin […]