Mayat Hidup dan Alegori Politik Ugalan-Ugalan

Di Indonesia, sebelum zombi berjalan di layar kaca, mereka lebih dulu hidup dalam lembaran sastra. Seno Gumira Ajidarma, dalam cerpennya yang tajam berjudul Grhhh! (1993), menjadikan zombi bukan sekadar monster, melainkan metafora dari korban kekerasan negara. Cerita dalam cerpen ini menyentil peristiwa kelam operasi Penembak Misterius (Petrus) era Orde Baru. Mayat-mayat tak dikenal yang dibuang […]
Peran Visual dalam Demonstrasi

Hal pertama yang perlu direfleksikan dalam diskusi bertajuk “Fotografi dan Demonstrasi” adalah bahwa penamaan ini bukanlah sebuah genre baru dalam fotografi. Pernyataan ini saya sampaikan karena masyarakat fotografi cenderung tertarik pada penamaan genre-genre baru. Misalnya, komunitas yang menyukai penggunaan kamera tertentu sering kali menamai diri mereka berdasarkan jenis kamera tersebut. Ini sah-sah saja sebagai bentuk […]
Relasi Kuasa Para Preman

“Eh, kirain siapa. Ayo masuk!” sambutnya ramah ketika kami berkunjung ke rumahnya. Penampilannya tampak berbeda dari yang biasa kami lihat saat bertugas, mengenakan PDL serba hitam, sepatu lars, dan baret hitam. Sore itu, dia hanya bersarung dan mengenakan koko putih. Kang Endang—demikian kami biasa memanggil almarhum—saat itu masih memimpin semacam pasukan partikelir sebuah organisasi kemasyarakatan […]
Berkarya ala Teguh Karya

Geliat Sinema Indonesia Era 1980-an Bagi orang kampung seperti saya yang lahir empat dekade silam, membayangkan suasana bioskop era 1980-an adalah hal yang sulit. Pada masa itu, layar perak bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari. Konon, di malam-malam tertentu, bioskop di pusat kota-kota besar dipenuhi antrean panjang penonton. Tiket ludes sejak sore, mesin […]
Federalisme: Ikhtiar Mengatasi Ketimpangan

Indonesia telah lama beroperasi sebagai negara kesatuan dengan sistem pemerintahan yang cenderung sentralistik. Sentralisasi kekuasaan ini telah menyebabkan berbagai permasalahan, termasuk ketimpangan ekonomi antara pusat dan daerah, urbanisasi yang tidak terkendali ke Pulau Jawa, serta maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam birokrasi. Dalam situasi ini, federalisme muncul sebagai alternatif yang layak dipertimbangkan. Federalisme […]
Mang Wandi: Pernah Menjadi Loper Koran, lalu Hidup di Perpustakaan Ajip Rosidi

Di pelataran Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung, saya bertemu dengan Wandi Setiawan. Mang Wandi, sapaan akrab untuk Wandi Setiawan, merupakan seorang petugas kebersihan di Perpustakaan Ajip Rosidi. Dengan menggunakan kemeja warna coklat yang selaras dengan pecinya, Mang Wandi duduk di sebuah meja kayu yang kebetulan juga berwarna coklat. Sore itu, Mang […]
Kembalinya Dwifungsi TNI dan Era Pembatasan

Sejak reformasi 1998, Indonesia telah berusaha menegakkan demokrasi dengan menghapus peran militer dalam politik dan urusan sipil. Namun, di tengah ketidakpastian politik dan dominasi oligarki, muncul kembali wacana menghidupkan dwifungsi TNI. Banyak yang menilai bahwa ini bukan sekadar kebijakan keamanan, tetapi strategi mempertahankan status quo oleh kelompok elite. Jika benar-benar diterapkan, konsekuensinya tidak hanya pada […]
Engah yang Membuat Jengah

Dua orang Muda-mudi berbicara di depan kamera. Keduanya berdiri dengan gontai dan wajah tampak pucat. Meski berusaha terlihat tenang, si gadis tak bisa menutupi keresahannya—raut ketakutan sesekali tersirat di wajahnya. Menyaksikan video permintaan maaf yang diunggah pada akun Instagram mereka, Kamis (20/02/2025), sulit membayangkan jika keduanya adalah personel band punk. Sukatani, nama yang unik sekaligus […]
Anjing itu Bernama Jules

Menurut Wa Hawe Setiawan, satu hal dapat kita sampaikan ketika menghadapi kabar kematian: tidak menceritakan bagaimana dia mati tetapi ceritakanlah bagaimana dia hidup. Mirip cuplikan dalam film Last Samurai. Sang Kaisar bertanya pada Nathan Algren, warga negara Amerika sekaligus tentara bayaran Jepang yang ditugaskan membasmi para samurai pemegang teguh tradisi. “How did he die?” tanya […]
Us Tiarsa: Berkarya dalam Jurnalistik Sunda

Uyéh Sutiarsa — masyarakat mengenalnya dengan nama Us Tiarsa tapi kerabatnya biasa menyapanya Iyék — lahir di Kebonkawung, Bandung, 1 April 1941. Dalam KTP tahun kelahirannya adalah 1943. Ayahnya (l. 1910), yang bekerja sebagai benatu, berasal dari Cicaléngka, sedangkan ibunya (l. 1901) dari Garut, keduanya merupakan lulusan pasantrén. Sebagai satu-satunya anak yang panjang umur di […]