Panakawan dan Mistisisme

Wayang golek, saya kira, menjadi salah satu core memory dari almarhum kakek yang paling melekat. Dalam seminggu, beliau bisa memutar rekaman pertunjukan wayang golek di tape deck Polytone kebanggaannya hingga tiga atau empat kali. Suara dalang, dentingan gamelan, dan dialog para tokoh menjadi latar suara rumah kami, menyatu dengan keseharian. Hingga suatu hari, kampung kami […]

Berlari untuk Hidup

Dalam bahasa Inggris, “berlari” disebut dengan run. Kata ini, secara etimologis, kemungkinan besar berasal dari bahasa Proto-Germanik: rinnan, renna, atau irnan, yang artinya kurang lebih “mengalir” (to flow). Ada keindahan tersendiri dalam asal-usul kata itu: berlari sebagai gerak yang mengalir seperti sungai yang mencari jalannya sendiri menuju laut. Tapi ketika saya mencari asal-usul kata “lari” […]

Mayat Hidup dan Alegori Politik Ugalan-Ugalan

Di Indonesia, sebelum zombi berjalan di layar kaca, mereka lebih dulu hidup dalam lembaran sastra. Seno Gumira Ajidarma, dalam cerpennya yang tajam berjudul Grhhh! (1993), menjadikan zombi bukan sekadar monster, melainkan metafora dari korban kekerasan negara. Cerita dalam cerpen ini menyentil peristiwa kelam operasi Penembak Misterius (Petrus) era Orde Baru. Mayat-mayat tak dikenal yang dibuang […]

Menjelajahi Wajah Lain Sinema India

Pada awal 1960-an, dengan semangat anti-Barat yang menggebu, Sukarno mencemooh musik pop Barat dengan sebutan “ngak-ngik-ngok”. Ia menganggap musik tersebut sebagai ancaman terhadap nilai-nilai ketimuran. Bahkan, Koes Plus—yang dijuluki The Beatles Indonesia—pernah dipenjara akibat kebijakan ini. Tak hanya industri musik, perfilman pun terkena dampaknya. Pada tahun 1964, Sukarno membentuk Panitia Aksi Pemboikotan Film Imperialis Amerika […]

Zombie Apocalypse: Dari Karibia ke Layar Lebar

Saya sangat menggemari film-film zombie, bahkan saya percaya bahwa suatu hari nanti zombie apocalypse sangat mungkin terjadi. Keyakinan ini mendorong saya untuk mulai berlari setiap akhir pekan—setidaknya jika bencana itu benar-benar datang, saya bisa kabur lebih cepat. Selain meningkatkan stamina, saya juga mempersiapkan berbagai strategi bertahan hidup dalam menghadapi serangan zombie yang saya dapatkan dari […]

Fullmetal Alchemist: Antara Fiksi dan Permenungan Filosofis

Beberapa bulan ini banyak sekali anime yang bagus yang tayang di berbagai platform. Sebut saja Kaiju No. 7, Bleach, atau Dan Da Dan. Tapi entah kenapa, hasrat untuk menonton serial kartun Jepang itu selalu kandas. Malah, saya lebih tertarik menonton kembali anime-anime yang telah lalu. Mungkin ini terkesan naif. Tapi anime yang dibuat tahun 2000-an […]